| Menuju Perusahaan Moderen Yang Sangat Peduli Lingkungan |
|
|
|
Jakarta, 01 November 2008 – Sharp Corporation, manufaktur elektronik
raksasa yang bermarkas di Jepang, menyelenggarakan Environmental Forum
pada 01 November 2008, bertepatan dengan hari pertama Indonesia – Japan
Expo 2008, acara yang diadakan dalam merayakan 50 tahun persahabatan
diplomatik antara kedua negara. Lebih dari 100 hadirin dari kalangan
Pemerintahan, NGO, akademisi, media massa, ditambah dengan para
pembicara dari Sharp, kalangan Pemerintah seperti KLH, NGO (WWF dan
Greenpeace) dan Desy Anwar sebagai moderator, yang menghadiri acara
menunjukkan minat yang sangat tinggi terhadap permasalahan lingkungan
di Indonesia. Makoto Takahashi, General Manager – Asia of the International Business Group, memulai forum dengan memberikan garis besar bisnis Sharp. Sejak didirikan, Sharp telah dengan konsisten memusatkan perhatian dalam merespon dengan cepat sesuai kebutuhan dan menggunakan teknologi orisinil dalam memperkenalkan serangkaian produk yang belum pernah ada (never-before-seen) yang telah menjadi standard baru bagi kompetitor & industrinya. Dan selama itu juga, Sharp telah berjuang keras agar produk-produk tersebut dipakai di seluruh dunia. Kini, pemanasan global dan masalah lingkungan lainnya menjadi masalah kritikal yang dihadapi umat manusia. Sebagai yang terdepan dalam pencipta enerji sel surya dan LCD hemat enerji, Sharp akan membantu memecahkan masalah-masalah tersebut dengan mengembangkan inovasi teknologi lebih jauh lagi sebagai kontribusinya dalam mewujudkan masyarakat peduli lingkungan (low-carbon society). Selanjutnya, Executive Officer Hiroshi Morimoto, Group General Manager, Environmental Protection Group, Sharp Corporation Jepang berbicara tentang visi korporasi perusahaan dengan memiliki “produk-produk penghasil enerji dan hemat enerji Sharp lebih banyak daripada emisi gas rumah kaca yang dihasilkan Sharp.” Dengan menurunkan jumlah gas rumah kaca yang dikeluarkan sebagai hasil dari kegiatan usaha seluruh Sharp di dunia, dan bersamaan dengan meningkatkan besarnya penurunan emisi gas rumah kaca melalui penggunaan penghasil tenaga sel surya dan produk-produk hemat enerji seperti AC dan TV LCD, maka penurunan bersih gas rumah kaca akan melebihi tingkat emisi yang dihasilkan perusahaan pada tahun 2010. Untuk mencapai tujuan ini, Sharp memiliki Super Green Strategy yang menyasar pada tingkat tertinggi dalam kepedulian akan lingkungan dalam semua aspek aktifitas perusahaan. Melalui strategi ini, Sharp akan menjadi perusahaan moderen yang sangat peduli lingkungan dengan mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan, menciptakan produk-produk dan perangkat yang ramah lingkungan di pabrik yang ramah lingkungan, dan mengumpulkan produk-produk bekas pakai dari konsumen dan mendaur ulang dengan cara yang ramah lingkungan. Hasil dari segala daya upaya ini dapat dilihat di banyak pabriknya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, mengusung kinerja peduli lingkungan tingkat tinggi dan dalam pengembangan teknologi, suku cadang dan produk-produk yang ramah lingkungan seperti cat resin berbasis tumbuhan. TV LCD, produk unggulan Sharp, diproduksi di pabrik Kameyama yang merupakan salah satu pabrik yang paling peduli lingkungan di dunia. TV LCD ini memberikan kontribusi dalam penghematan enerji dan sumber daya dengan hanya menggunakan listrik kurang dari 30% daripada TV CRT, lebih awet dan lebih tipis serta lebih ringan. Sel surya yang makin lama makin diperhitungkan sebagai satu sumber enerji yang bisa diperbaharui, telah menjadi kunci usaha bagi Sharp selama lebih dari 40 tahun. Kini, Sharp menjadi salah satu yang memiliki volume produksi tertinggi di dunia. Di Osaka Prefektur Jepang, Sharp kini sedang membangun salah satu pabrik LCD dan sel surya thin-film terbesar di dunia. Sharp kini bertekat menjadi suatu perusahaan yang moderen dan sangat peduli lingkungan dengan mengembangkan lebih jauh produksi TV LCD yang mengkonsumsi hemat enerji dan sel surya yang tidak mengkonsumsi listrik sama sekali. Sekilas Sharp Corporation Sejak didirikan tahun 1912, Sharp telah memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan menggunakan teknologi orisinilnya untuk mengembangkan berbagai produk baru yang belum pernah ada di pasar Jepang dan menciptakan permintaan (demand) baru. Produk-produk ini mencakup radio di tahun 1925, TV di tahun 1953 dan microwave oven di tahun 1962. Momen penting lainnya adalah pengembangan kalkulator desktop elektronik dengan diode transistor pertama di dunia. Di tahun 1973, Sharp memulai produksi masal LCD, yang kemudian menjadi fondasi dari reputasi yang sudah tidak asing lagi “Anda tidak bisa berbicara mengenai Sharp tanpa menyebut bahwa LCD adalah Sharp.” Bisnis Sharp di Indonesia mulai tahun 1970 dengan dibukanya pabrik TV yang tahun ini telah mencapai produksinya yang kesepuluh juta. Kini bisnis Sharp di Indonesia dipusatkan pada dua perusahaan : PT Sharp Semiconductor Indonesia (di Karawang) yang memproduksi dan menjual komponen elektronik, dan PT Sharp Electronics Indonesia (di Jakarta) yang memproduksi dan menjual produk elektronik seperti TV dan lemari es. TV berwarna, lemari es dan produk audio milik Sharp telah sangat dikenal di kalangan konsumen Indonesia - Sharp kini telah dengan bangga menikmati pangsa pasar lebih dari 20% dalam pasar konsumen elektronik Indonesia. ![]() Mr. F. Irie during presentation ![]() Mr. H. Morimoto during presentation ![]() Mr. M. Takahashi during presentation ![]() The atmosphere ![]() (ki-ka) Mr.M.Takahashi, Mr.H.Morimoto, Mr.F.Irie, Mr.Sudariyono, Mr.I.Wibisono & Ms.Desy Anwar during the forum |
| < Prev | Next > |
|---|












Jakarta, 01 November 2008 – Sharp Corporation, manufaktur elektronik
raksasa yang bermarkas di Jepang, menyelenggarakan Environmental Forum
pada 01 November 2008, bertepatan dengan hari pertama Indonesia – Japan
Expo 2008, acara yang diadakan dalam merayakan 50 tahun persahabatan
diplomatik antara kedua negara. Lebih dari 100 hadirin dari kalangan
Pemerintahan, NGO, akademisi, media massa, ditambah dengan para
pembicara dari Sharp, kalangan Pemerintah seperti KLH, NGO (WWF dan
Greenpeace) dan Desy Anwar sebagai moderator, yang menghadiri acara
menunjukkan minat yang sangat tinggi terhadap permasalahan lingkungan
di Indonesia. 



-mr.m.takahashi,-mr..jpg)